Diberdayakan oleh Blogger.

Angka Pengganguran Berkurang Berkat Ojek Online

Jakarta - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Agustus 2016 mencapai 7,03 juta orang. Jumlah ini turun 530.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, berkurangnya pengangguran ini berkat maraknya ojek online di beberapa daerah, terutama di kota-kota besar.

"Kenaikan di sana bahwa terjadi angkutan ojek motor kemudian angkutan bermotor. Dua hal itu berpengaruh. Di DKI kenaikan tertinggi untuk ojek online tadi," kata dia di kantornya, Senin (7/11/2016).

Selain itu, beberapa daerah yang terkenal dengan pariwisatanya juga mencatat ada penurunan pengangguran. Contohnya di Bali dan Bangka Belitung (Babel).

"TPT rendah Bali Babel kaitan dengan pariwisata. Ketika pariwisata berkembang ada angkatan kerja terserap, cakupannya luas dan bisa dicek ke sana wisman ke Bali dan Babel tinggi," ujarnya.

Menurutnya, pariwisata bisa jadi andalan dan alternatif pertumbuhan ekonomi RI di masa mendatang. (ang/dna) 


sumber:detikcom

Upah Buruh Tani dan Bangunan Naik di Bulan Oktober 2016



Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan upah nominal buruh harian pada Oktober 2016. Mulai dari buruh tani, buruh bangunan hingga pembantu rumah tangga (PRT).

Rata-rata upah nominal buruh tani di Oktober 2016 naik sebesar 0,28% dibandingkan upah buruh tani September 2016, yaitu dari Rp 48.235 menjadi Rp 48.368. Secara rill, upah buruh juga ada kenaikan 0,24%.

"Upah buruh tani secara nominal mengalami kenaikan 0,28%," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Sementara itu, upah buruh bangunan mengalami kenaikan 0,70% dari Rp 82.480 menjadi Rp 83.057. Secara rill ada kenaikan 0,56% dari Rp 65.768 menjadi Rp 66.134.

Kemudian upah buruh potong rambut wanita juga naik 0,32%, dari Rp 24.843 menjadi Rp 24.923 per kepala. Secara rill kenaikan terjadi 0,18% dari Rp 19.809 menjadi Rp 19.844 per kepala.

Upah pembantu rumah tangga dipantau mengalami kenaikan 0,18%, dari Rp 362.910 menjadi Rp 363.563 per bulan. Secara riil naik 0,04%, yaitu dari Rp 289.379 menjadi Rp 289.484 per bulan. (mkl/hns) 


sumber:detikcom